Pandemi Covid-19 kaitanyya dengan Interaksi Sosial
Nama :Viana Bintang Amanda Putri
NIM : 20310410051
Artikel ini dibuat untu memenuhi Tugas Sosiologi, Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Dosen Pengampu Amin Nurohmah, S.Pd., M.Sc
BERINTERAKSI DIKALA PANDEMI COVID 19
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis berkaitan dengan hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan individu dengan kelompok. Interaksi sosial menyatakan hubungan sosial yang saling mempengaruhi antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dengan Bahasa yang lebih sederhana, Macionis menyampaikan bahwa interaksi sosial adalah proses dimana orang-orang beraksi dan bereaksi satu sama lain dalam suatu hubungan atau relasi.
Namun, saat ini kita sedang dalam masalah besar. Dunia sedang dijangkit oleh wabah yang dikenal dengan nama covid-19 ataupun corona virus. Coronavirus atau virus corona merupakan virus yang dapat menyebabkan gejala penyakit mulai dari ringan sampai berat. Penyebaran covid-19 pertama sekali dilaporkan di kota wuhan, provinsi hubei, tiongkok pada 31 desember 2019 sebagai kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya. kemudian, pada 7 januari 2020, tiongkok menetapkan penyakit pneumonia tersebut sebagai corona virus jenis baru dengan nama covid-19.
Ketika Covid 19 mewabah, interaksi manusia pun berubah. Interaksi social secara langsung seperti mengobrol di tempat umum, nongkrong di cafe, dan lain-lain, harus segara dihentikan agar berkurangnya penyebaran wabah covid-19 di masyarakat, walaupun ada beberapa individu yang tetep beraktivitas di luar namun kita sebagai masyarakat yang baik harus tetap patuh pada peraturan yang dibuat pemerintah untuk tetap mejaga jarak. Perubahan cara interaksi ini bukan hanya di Indonesia tapi juga di belahan negara lain. Interaksi lainnya juga bisa dirasakan dalam pekan ini. Ketika pemerintah mengeluarkan imbauan jaga jarak (social distancing), sejumlah instansi mengeluarkan imbauan agar pegawainya bekerja dari rumah (work from home). Sekolah-sekolah mengubah proses pembelajaran dari rumah. Sistem pembelajaran jarak jauh ini merupakan suatu perubahan besar dalam dunia pendidikan. Perkembangan komputer dan media komunikasi telah menghapus batasan ruang dan waktu yang ada. Terobosan ini membuat kita dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dimanapun dan kapanpun (anytime-anywhere).Jadi dengan begitu anak didik tidak perlu datang kesekolah, Cukup dirumah saja dengan bermodalkan handphone dan kuota yang memungkinkan tidak terjadinya interaksi social secara langsung yang dapat menyebabkan penyebaran wabah covid-19 semakin parah.
Tidak hanya merenggut nyawa, wabah Covid-19 yang melanda dunia juga mengubah beragam kebiasaan manusia. Tak hanya kebiasaan berinteraksi antarmanusia, juga manusia dengan Tuhannya. Beberapa masjid yang biasanya menggelar salat berjemaah juga mulai meniadakan--walau masih ada yang menggelarnya. pemerintah Arab Saudi juga menerbitkan larangan umrah untuk negara-negara yang terpapar Covid-19. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibuka-tutup. Ka’bah yang sebelumnya jadi magnet, kini dipagari.
Jemaah dilarang menyentuh, apalagi mencium hajar aswad yang diyakini menjadi salah satu tempat istijabah berdoa. Karena larangan itu, jemaah hanya bisa melihat dan memanjatkan doa dari pelataran Ka’bah itu. Mekah yang biasanya dikunjungi jutaan orang, kini sepi.
Namun, kita harus tetap berinteraksi dengan siapapun dengan mematuhi standar protokol kesehatan. Karena manusia adalah makhluk social dan hakikatnya selalu membutuhkan orang lain untuk kehidupannya. Tetap jalin silaturahmi untuk memperkuat kekeluargaan kita.
Komentar
Posting Komentar